BAB I
PENDAHULUAN
Analisis
dilakukan pula pada lingkungan internal perusahaan. Yang pertama akan di
analisis adalah kelayakan dari aspek pemasaran.
Penilaian
tentang kelayakan dari suatu ide/gagasan dari sisi pasar sudah dapat dilakukan
barulah langkah berikutnya menganalisis pemasaran secara komprehensif dengan
tujuan untuk merinci pemasaran secara lebih jelas dimulai dari memahami dan
mengerti betul proses pemasaran, kondisi industri dari produk atau jasa yang
akan dipasarkan nantiknya, menganalisis pesaingan dan mengkatagorikan dalam
urutan tingkat pengusaha pasar yang telah mereka lakukan saat ini,
mengidentifikasikan dan merinci secara jelas pelanggan prospektif yang akan
dijadikan sasaran pemasaran nantiknya, menyatukan profil pelanggan, dan akhirnya
menyusun strategi, rancangan dan anggaran penjualan serta anggaran biaya
penjualan yang diperlukan untuk merealisasikan tujuan dari pendirian ataupun
pengembangan yang telah ditentukan sebelumnya.
Setiap
usaha yang didirikan atau di kembangkan bertujuan untuk memanfaatkan peluang
pasar yang ada oleh karena itu tujuan utama dalam menganalisis pasar ini adalah
berusaha untuk merealisasikan peluang yang telah dikaji dan uraian sebelumnya.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. IDENTIFIKASI
PELANGGAN PROSPEKTIF
Pelaku
studi hendaknya sejak dini sudah mengetahui dan dapat pengembangkan profil
Pelanggan yang mengambarkan sifat orang-orang secara spesifik di pasar sasaran.
Guna mencapai itu semua perlu disiapkan profil pelanggan secara lengkap, mulai
dari :
§ Siapa
mereka
§ Dimana
mereka tinggal
§ Apakah
mereka pengusaha atau keryawan
§ Apa
yang mereka lakukan dengan waktu dan uang mereka
§ Pilihan
mereka akan produk, jasa dan merek.
Profil
pelanggan ini akan memudahkan pada waktu merancang bauran pemasaran bagi
kebutuhan, minat, ,keinginan, selera dan pola perilaku spesifik mereka. Tapi
jika usaha hanya memperlakukan pasar secara umum seolah-olah semua orang
mempunyai selera yang sama, hanya beberapa orang saja yang mendapat sesuatu
yang benar-benar mereka inginkan, selebihnya tetap menjadi orang-orang yang
mencari produk yang dapat memenuhi selera mereka.
Ada
5 cara untuk mengenal sifat orang-orang yang membutuhkan pasar sasaran, yaitu :
1) Faktor
demografi
Faktor ini mudah di
ukur yaitu menyangkut umur, jenis kelamin, tingkat pendapatan, pekerjaan, kebangsaan, tingkat pendidikan, suku, agama,
status keluarga jenis informasi ini telah dicatat secara rapi oleh biro
statistic (BSP).
2) Faktor
geografi
Pelanggan dapat
digambarkan melalui tempat tinggal mereka, factor ini menyangkut mereka tinggal
diutara/selatan, daerah kota/pedesaan, beriklim panas/dingin, daerah
tropis/daerah kering.
3) Faktor
psikografi
Faktor ini berhubungan
dengan gaya hidup masyarakat yang diarahkan pada apakah mereka berwatak ramah
atau pendiam, percaya diri dan berminat mencoba hal-hal baru, energik dan
senang olahraga.
4) Faktor
manfaat
Orang yang pergi
kerestoran karena makanan yang ditawarkannya, tetapi ada juga yang ke restoran
karena menyukai kokinya, suasana dan pelayanan.
5) Faktor
guna
Faktor ini lebih
identik dengan pelanggan pemakaian produk/jasa karena alasan yang berbeda-beda.
B. SIKAP,
PERILAKU, DAN KEPUASAN KONSUMEN
1. Sikap
Konsumen
Sikap
merupakan evaluasi menyeluru yang memungkinkan orang merespons secara konsisten
berkenaan dengan objek atau alternatif-alternatif yang diberikan.
a. Karakteristik
sikap
Karakteristik sikap
adalah sebagai berikut :
·
Memilih obyek atau tujuan
·
Memilih petunjuk, derajat dan intensitas
·
Memiliki struktur
·
Dapat di pelajari
b. Sumber
sikap
Sikap mempunyai
sumber-sumber, 2 diantaranya adalah :
·
Pengalaman pribadi, yakni pengalaman
langsung konsumen dengan produk, jasa, dan toko yang dapat membantu menciptakan
dan mempertajam sikap konsumen terhadap obyek tersebut.
·
Kelompok yakni seseorang dapat
dipengaruh oleh anggota kelompoknya. Seperti keluarga, rekan kerja dll.
c. Fungsi
sikap
Ada beberapa fungsi
sikap, yaitu :
·
Funsi penyesuaian. Fungsi ini mengarah
pada obyek yang menyenangkan, menghindar obyek yang tidak menyenangkan dan
penyesuain sikap terhadap persepsi mereka terhadap sesuatu obyek.
·
Fungsi pertahanan ego. Fungsi ini untuk
melindungi diri dari hal-hal yang merusak citra diri dan juga membantu citra
diri yang kadang sering tampak disadari terancam.
·
Fungsi pengekspresian nilai, bahwa sikap
memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan nilai-nilai.
·
Fungsi pengetahuan, setiap orang
membutuhkan dunia yang berstruktur dan teratur, oleh karena itu munculah sikap
untuk memproses pengetahuan.
d. Komponen
sikap
Sikap memiliki 3
komponen utama, yaitu:
·
Komponen kognitif, terdiri atas
kepercayaan konsumen dan pengetahuan tentang obyek.
·
Komponen afektif, perasaan dan emosional
kepada suatu obyek menunjukan aktivitas dari sikap.
·
Komponen prilaku adalah respon dari
seseorang terhadap obyek.
2. Perilaku
konsumen
Perilaku
konsemen merupakan tindakan langsung dalam mendapatkan, mengkonsumsi, serta
menghabiskan produk dan jasa . perilaku konsumen terbagi dua golongan yaitu :
pertama adalah prilaku yang tampak, variabel-variabel yang tampak didalamnya
adalah jumlah pembelian, waktu, karena siapa, dan bagaimana konsumen melakukan
pembelian. Yang kedua, perilaku yang tak tampak variabelnya antara lain adalah
persepsi, ingatan terhadap informasi, dan perasaan kepemilikan terhadap
konsumen.
Terdapat
dua faktor utama yang berpengaruh terhadap pelaku konsumen, yaitu faktor social
budaya dan faktor psikologis.
3. Keputusan
konsumen
Keputusan
konsumen adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara apa yang
dia terima dengan apa yang dia harapkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi
kepuasan pelanggan adalah mutu, produk dan pelayanan, kegiatan penjualan,
pelayanan setelah penjualan dan nilai-nilai perusahaan.
Kepuasan
dibagi dua macam, yaitu :
·
Kepuasan fungsional merupakan kepuasan
yang diperoleh dari fungsi suatu produk yang dimanfaatkan.
·
Kepuasan psikologis merupakan kepuasan
yang diperoleh dari atribut yang bersifat tidak bewujud dari produk.
C. MANAJEMEN
PEMASARAN
Beberapa
ahli memberikan definisi tentang pemasaran, di antaranya adalah Stanton (1995).
Ia mengatakan bahwa pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan
dengan kegiatan-kegiatan usaha, yang bertujuan merencanakan, menentukan harga,
hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan
memuasakan kebutuhan pembeli baik yang aktual maupun yang pontensial.
1. Analisis
persaingan
Langkah-langkah
dalam menganalisis pesaingan yang dikemukakan oleh kottler :
a. Mengidentifikasi
pesaing
Perusahaan dapat
mengidentifikasi pera pesaing sebagai suatu perusahaan lain yang mempunyai
salah satu atau lebih cirri-ciri berikut :
·
Perusahaan yang menawarkan produk dan
harga yang sama di pasar
·
Perusahaan yang membuat produk atau
kelas produk yang sama
·
Perusahaan lain yang membuat produk dan
memasong yang sama
·
Perusahaan yang bersaing merebut uang
dari konsumen yang sama.
b. Menentukan
sasaran pesaing
Memang
pada dasarnya semua Pesaing akan berusaha memaksimalkan laba mereka, tetapi
kenyataan pesaing beda penekanan pada laba, baik laba jangka pendek maupun
jangka panjang, apalagi orientasi pesaing yang bukan untuk memaksimalkan laba
melainkan memuaskan pelanggan yang sudah tentu kesemuanya itu memiliki sasaran
yang relative berbeda seperti dalam hal komponen pangsa pasar, arus kas.
Pemakai teknologi dan pelayanan.
c. Mengidentifikasi
strategi pesaing
Pesaing
pada umumnya dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok yang tiap kelompok
mempunyai strategi yang serupa. Kelompok ini disebut kelompok strategik.
Perusaan
perlu menelaah semua dimensi yang mengidentifikasi kelompok-kelompok staregik
yang bersangkutan, seperti : mutu, cirri, ragam produk dari masing-masing
pesaing, juga layanan, kebijakan harga, distribusi, program promosi dll.
d. Menilai
kekuasaan dan kelemahan pesaing.
Biasanya
perusahaan mengetahui kekuatan dan kelemahan melalui data sekunder , pengalaman
pribadi, dan desas desus. Tetapi
sebaiknya perusahaan melakukan riset pemasaran terhadap pelanggan, pemasok
maupun dealer, selanjutnya data itu dianalisis untuk menghasilkan informasi
yang dibutuhkan untuk menilai pesaing.
e. Mengestimasi
pola reaksi pesaing
Masing-masing
pesaing bereaksi secara berbeda, ada yang bereaksi secara cepat ada pula yang
lambat. Beberapa pesaing hanya akan bereaksi terhadap beberapa serangan
tertentu dan tidak untuk serangan lainnya sehingga beberapa pesaing menunjukkan
pola reaksi yang dapat diramal sebelumnya.
f. Memilih
pesaing
setelah
perusahaan menentukan pesaing utama maka selanjutnya harus memutuskan
pesaingmana yang harus diserang.
2. Bauran
pemasaran produk barang
Bagi
pemasaran produk barang, manajemen pemasaran akan dipecah atas 4 kebijakan
pemasaran yang lazim disebut sebagai bauran pemasaran (marketing-mix) atau 4P
dalam pemasaran yang terdiri dari 4 komponen , yaitu :
a. Kebijakan
produk
Produk
berupa barang dapat dibeda-bedakan atau diklasifikasikan menurut macamnya.
Misalnya : ia dapat dibedakan menjadi barang konsumsi, yaitu barang yang dibeli
oleh konsumen akhir untuk dikonsumsi dan barang industri yaitu barang yang di
beli untuk di olah kembali.
Produk
barang tidak hanya memperhatikan penampilan , tetepi hendak berupa produk yang
simple, aman, tidak mahal, sederhana dan ekonomis dalam proses produksi dan
distribusinya.
b. Kebijakan
harga
Harga
adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat yang memiliki
atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual
melalui tawaran.
Keputusan
mengenai harga di pengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu :
·
Faktor internal : keputusan harga
disesuaikan dengan sasaran pemasaran
·
Faktor eksternal : pasar dan permintaan
konsumen merupakan plafon harga (harga tertinggi)
c. Kebijakan
distribusi
Sebagian
produsen menggunakan peralatan pemasaran untuk memasarkan produk, khususnya
barang, dengan cara membangun suatu saluran distribusi, yaitu sekelompok
organisasi yang saling tergantung dalam keterlibatan mereka pada proses
memungkinkan suatu produk tersedia bagi pengguna atau komsumsi oleh konsumen
atau pengguna industrial. Saluran distribusi ini membentuk tingkat saluran
untuk menentukan panjangnya saluran distribusi. Dalam hal ini kebijakan
distribusi desain saluran perlu ditetapkan.
d. Kebijakan
promosi
Strategi bauran
pemasaran terdiri atas 4 komponen utama, yaitu :
·
Periklanan : merupakan tiap-tiap bentuk
penyajian dan dan promosi bukan pribadi yang dibayar, mengenai gagasan atau
barang oleh sponsor yang teridentifikasi.
·
Promosi penjualan : intensif jangka
pendek untuk meningkatkan pembelian dan penjualan suatu produk dimana pembelian
diharapkan dilakukan sekarang juga.
·
Hubungan masyarakat: bertujuan membangun
hubungan yang baik dengan publik perusahaan dengan menghasilkan publisitas yang
menyenangkan.
·
Penjualan perorangan : suatu analisi,
perencanaan. Implementasi dan pengendalian atas kegiatan para wiraniaga.
3. Bauran
pemasaran produk jasa
Bauran
pemasaran untuk produk jasa lebih luas dari pada bauran pemasaran produk
barang, untuk jasa dapat di perluas lagi dengan menambah 3 elemen lagi, yaitu :
·
Orang : yang dimaksud orang disini
adalah semua partisipan yang memainkan sebagian penyajian jasa.
·
Bukti fisik : maksudnya adalah suatu
lingkungan fisik dimana jasa di sampaikan dan dimana perusahaan dan konsumen berinteraksi.
·
Proses jasa itu sendiri : proses ini
mencerminkan bagaimana semua elemen pemasaran jasa dikoordinasi untuk menjamin
kualitas dan konsistensi jasa yang diberikan oleh konsumen.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab-bab yang terdahulu maka penulis
dapat menyimpulkan sebagai berikut.
1. pemasaran
meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha,
yang bertujuan merencanakan, menentukan harga, hingga mempromosikan dan
mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuasakan kebutuhan pembeli
baik yang aktual maupun yang pontensial.
2. Ada
5 cara untuk mengenal sifat orang-orang yang membutuhkan pasar sasaran, yaitu :
1) Faktor
demografi
2) Faktor
geografi
3) Faktor
psikografi
4) Faktor
manfaat
5) Faktor
guna
3. Langkah-langkah
dalam menganalisis pesaingan yang :
a. Mengidentifikasi
pesaing
b. Menentukan
sasaran pesaing
c. Pemakai
teknologi dan pelayanan.
d. Mengidentifikasi
strategi pesaing
e. Menilai
kekuasaan dan kelemahan pesaing
f. Mengestimasi
pola reaksi pesaing
g. Memilih
pesaing
B.
Saran
Setelah penulis menganalisis
terhadap masalah ini, maka penulis ingin mengemukakan saran-saran yang mungkin
dapat dijadikan sebagai jalan pemecahan yaitu :
·
Jika
mendirikan perusahaan hendaknya mengetahui pasar dimana produk/jasa yang akan
diproduksi akan ditawarkan. tindak lanjut dari penentuan pasar adalah melakukan
segmentasi pasar karena sifat pasar yang heterogen, sehingga terhindar dari
pesaing.
DAFTAR
PUSTAKA
Umar Dr,Husen. 2009. Studi
Kelayakan Bisnis. PT. Gramedia pustaka utama: Jakarta.
Sofyan, Iban. 2003. Studi
Kelayakan Bisnis. Agraha Ilmu: Yogyakarta.
Jumingan. 2009. Studi Kelayakan Bisnis. Bumi Aksara: Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar