Sabtu, 05 Mei 2012

kewirausahaan (enterpreneur)


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pemasaran sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran barang dan jasa. Pada mulanya kebutuhan dasar manusia seperti sandang, pangan dan papan dapat dipenuhi melalui pertukaran antar manusia. Tetapi kini kebutuhan dan keinginan manusia sangat besar sehingga tidak mungkin bila pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan melalui pertukaran.
Oleh karena itu kegiatan pemasaran juga ditujukan bagi pemuasan kebutuhan manusia. Maka diperlukan manajemen pemasaran, sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi.

B.     Tujuan Pembuatan Makalah
-          Agar dapat mengetahui pentingnya pemasaran dari produk yang akan dikembangkan/dihasilkan
-          Menambah pengetahuan bagi kami tentang pemasaran
-          Sebagai tugas dari bapak Zulfadhli sebagai dosen mata kuliah Kewirausahaan.

C.    Perumusan Masalah
1.      Menjelaskan pengertian pemasaran dan manajemen pemasaran
2.      Mendeskripsikan aspek pasar dalam pemasaran
3.      Mendeskripsikan peranan pemasaran dalam perusahaan dan ekonomi.



BAB II
PEMBAHASAN
MARKETING (PEMASARAN)

A.    Sejarah Pemasaran
Sekilas mengenai sejarah pemasaran. Pada awalnya pemasaran dilakukan dengan cara pertukaran barang (barter) yang terus berkembang menjadi perekonomian dengan menggunakan uang sampai dengan pemasaran yang modern. Jika kita bandingkan masyarakat yang masih sederhana dan yang sudah maju akan tampak bahwa ada perbedaan diantara keduanya, terutama dalam sifat dan kemajuan perekonomian. Pada masyarakat yang masih sederhana, orang berusaha memproduksi apa yang menjadi kebutuhannya dan keluarganya. Belum ada produksi untuk tujuan memuaskan kebutuhan orang lain .

1.      Pengertian Pemasaran
Menurut American Association, pemasaran diartikan sebagai hasil prestasi kerja kegiatan usaha yang langsung berkaitan dengan mengalirnya barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.[1]
Maka dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain.[2]
Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok sosial untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran.

2.      Pengertian Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi. Manajemen pemasaran adalah proses yang melibatkan analisa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang mencakup barang dan jasa, serta gagasan yang tergantung pada pertukaran dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi pihak-pihak yang terkait.[3]
Tahap perencanan merupakan tahap yang menentukan terhadap kelangsungan dan kesuksesan suatu organisasi pemasaran. Proses perencanaan merupakan satu proses yang selalu memandang ke depan atau kemungkinan ke masa akan datang termasuk dalam pengembangan program, kebijakan dan prosedur untuk mencapai tujuan pemasaran.

3.      Tujuan Pemasaran
Yaitu untuk menjual lebih banyak produk/jasa kepada lebih banyak orang dengan frekuensi yang lebih meningkat sehingga diperoleh profit yang lebih tinggi, dan keinginan untuk mencapai tiga tahap perubahan dalam iklan yang ditujukan bagi konsumen, yaitu sebagai berikut :
1.      Tahap Perubahan Pengetahuan
Konsumen mengetahui keberadaan sebuah produk, untuk apa produk itu diciptakan, dan ditujukan pada siapa. Dengan demikian, pesan yang disampaikan menunjukkan informasi penting dari produk itu.
pesan komunikasi baik verbal maupun nonverbal diarahkan pada pembombastisan informasi tentang produk, mulai dari merek, fungsi, kegunaan, kemasan, figur pengguna produk.

2.      Tahap Perubahan Sikap
Yang ditentukan oleh tiga unsur oleh Sciffman dan Kanuk disebut sebagai tricomponent attitude changes yang menunjukkan bahwa tahap perubahan sikap ditentukan oleh tiga komponen yaitu cognition (pengetahuan), affection (perasaan), dan conation (perilaku).
Semakin tinggi kesukaan konsumen terhadap suatu pesan sponsor, semakin besar kemungkinan konsumen membeli produk itu.

3.      Tahap Perubahan Perilaku
Agar konsumen tidak beralih pada produk lainnya, dan terbiasa menggunakannya dan bertujuan untuk menunjukkan alasan mengapa produk ini adalah produk terbaik jika dibandingkan dengan produk-produk lainnya dan menumbuhkan emosional terhadap brand.

B.     Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran merupakan orientasi manajemen yang menekankan bahwa kunci pencapaian tujuan organisasi terdiri dari kemampuan perusahaan atau organisasi menentukan kebutuhan dan keinginan pasar yang tertuju (sasaran). Dan kemampuan perusahaan atau organisasi tersebut memenuhinya kepuasaan secara lebih efektif dari para pesaingnya. Dan pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Konsep pemasaran sebagai fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk kreasi, komunikasi dan penyampaian nilai kepada para pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan yang memberikan manfaat bagi organisasi dan para pemangku kepentingan yang memiliki hubungan erat dengan organisasi.[4]
Ada tiga faktor penting yang digunakan sebagai dasar dalam konsep pemasaran, yaitu sebagai berikut :
1.      Orientasi konsumen
-          Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi
-          Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan.
-          Menentukan produk dan program pemasarannya
-          Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku mereka
-          Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitik beratkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah atau model yang menarik.

2.      Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan
Yaitu menghindari adanya pertentangan antara perusahaan dengan pasar, yang diawasi langsung oleh manajer perusahaan. Dan setiap orang/bagian dalam perusahaan turut serta dalam suatu upaya untuk memberikan kepuasan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

3.      Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen
Setiap perusahaan bertujuan untuk memperoleh laba. Maka tugas organisasi adalah untuk meneliti dan memilih pasar yang dituju dan berusaha mengembangkan usaha-usaha penawaran dan program-program pemasaran sebagai kunci untuk menarik dan mempertahankan langganan (konsumen), yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi perusahaan. Maka dapat dilihat bentuk tangga konsep pemasaran :

C.    Perencanaan Pemasaran
Merupakan kegiatan merumuskan usaha-usaha yang akan dilakukan dalam bidang pemasaran pada masa yang akan datang, dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran yang diharapkan dalam bidang pemasaran.
1.      Manfaat Perencanaan Pemasaran
a.       Usaha untuk mendorong cara berfikir jauh kedepan, apa yang akan dilakukan untuk memajukan perusahaan
b.      Usaha untuk mengkoordinasi kegiatan pemasaran secara lebih baik
c.       Untuk mengawasi kegiatan pemasaran yang telah dilakukan, berdasarkan atas standar prestasi kerja yang ditetapkan dalam rencana
d.      Perumusan tentang tujuan yang ingin dicapai dan kebijakan operasional yang dapat dilakukan secara lebih mantap
e.       Usaha untuk menggairahkan partisipasi dan mempertebal rasa tanggung jawab para pelaksana.

2.      Macam-Macam Perencanaan Pemasaran
a.       Perencanaan pasar yang strategis (strategic market planning)
Yaitu kearah mana usaha perusahaan akan dikembangkan, maka perusahaan perlu mengkaji :
-          Langganan yang akan dilayani
-          Pesaing yang harus dihadapi
-          Trend lingkungan yang ada, meliputi : sosial ekonomi, politik, dan teknologi
-          Bentuk pasar yang ada untuk mengetahui perubahan yang terdapat dalam pasar dan interaksinya
-          Ciri perusahaan bagi penilaian kemampuan sumber daya yang ada dalam perusahaan.

b.      Strategi pemasaran barang
Untuk dapat menghadapi persaingan dan terus beroperasi, perusahaan harus selalu memperhatikan kedudukan barang yang dipromosikannya. Barang yang ada harus di perbaiki mutunya, dan sifatnya perlu diubah sesuai dengan perkembangan cita rasa konsumen. Dan yang lebih penting bagian pemasaran harus memikirkan jenis barang baru yang perlu diciptakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi, perubahan keinginan konsumen, perubahan kegiatan ekonomi dan peningkatan pendapatan.

c.       Strategi Penentuan Harga
Setelah barang diwujudkan dan biaya produksi diketahui, tugas dari pemasaran adalah menentukan harga jual dari barang tersebut. Harga yang tinggi dengan keuntungan per unit yang tinggi belum tentu mewujudkan keuntungan yang diharapkan. Sebaliknya harga yang rendah yang diikuti volume penjualan yang tinggi dapat menghasilkan keuntungan yang besar.
                    Beberapa cara lain untuk menetapkan harga, yaitu :
-          Penetapan harga yang kompetitif
-          Menentukan harga terobosan (penetrating pricing)
-          Menetapkan  harga berdasarkan permintaan
-          Kepemimpinan harga (price leadership)
-          Menjual barang berkualitas dengan harga rendah, dan
-          Kebijakan harga tinggi jangka pendek.

d.      Starategi Pendustrian Barang
Istilah place dalam konsep marketing mix berarti pendistribusian barang ke berbagai tempat. Pendistribusian barang perlu dilakukan secara efisien, dalam waktu yang singkat dan dengan biaya yang relatif murah. Dalam menjalankan kegiatan distribusi dan pemasaran barang setiap perusahaan perlu menentukan jenis saluran distribusi yang akan digunakan, yaitu sebagai berikut :
-          Saluran langsung produsen ke konsumen
-          Saluran produsen ke pengecer dan ke konsumen
-          Saluran produsen ke pedagang besar dan ke pengecer kemudian ke konsumen
-          Saluran produsen ke agen penjualan dan ke konsumen atau produsen kemudian ke agen penjualan dan pengecer kemudian baru ke konsumen.

e.       Strategi Mengembangkan Barang
Beberapa penggolongan barang dari sudut pandangan barang, yaitu :
1.      Barang Konsumsi dan Barang Industri
Barang konsumsi terdiri dari barang mudah rusak, barang semi tahan lama dan barang tahan lama, cara memperolehnya mudah dan membuat pengolongan berdasarkan sektor yang menghasilkannya.
Barang industri adalah gabungan antara barang modal dengan barang peralihan (setengah jadi), termasuk peralatan-peralatan (equipment) yaitu barang yang fungsinya seperti barang modal tetapi lebih murah dan jangka hidupnya lebih pendek dari barang modal, dan barang-barang yang digunakan untuk melancarkan kegiatan sehari-hari dikantor dan pabrik.
2.      Barang  Serupa (idential) dan Berbeda Corak (Differentiated)
           Yaitu untuk berbagai jenis barang produksi industri pengolahan, walaupun bendanya dibuat dari bahan serupa, barang yang diciptakan juga dapat dibedakan.

3.      Sifat Dasar Rencana Pemasaran
Terdapat beberapa jenis rencana yang memerlukan masukan pemasaran, yaitu sebagai berikut :
a.       Rencana perusahaan, yang memberikan uraian tentang keseluruhan rencana usaha untuk perusahaan yang bersangkutan
b.      Rencana devisi, mengenai pertumbuhan perusahaan dan dalam menghasilkan laba
c.       Rencana jajaran produksi, yang dibuat oleh masing-masing jajaran produk tentang tujuan, sasaran strategi dan teknik yang berkenaan dengan jajaran produk tertentu
d.      Rencana merek, yaitu rencana yang di buat oleh masing-masing manager tentang tujuan, sasaran strategi, dan teknik mengenai merek tertentu
e.       Rencana produk, yang dibuat oleh masing-masing manajer produksi tentang tujuan, sasaran strategi dan teknik berkenaan dengan suatu atau kelompok produk, dan untuk memasarkan produk khusus di suatu pasaran industri/ pasaran daerah tertentu
f.       Rencana pemasaran, yaitu untuk membina dan melayani suatu pasaran tertentu dalam memasarkan barang dan jasa
g.      Rencana fungsional, merupakan suatu rencana untuk salah satu fungsi utama. Misalnya dalam fungsi pemasaran ; rencana iklan, rencana promosi penjualan, rencana riset pemasaran, dan lain-lain.



4.      Promosi
Merupakan kegiatan komunikasi yang meliputi personal maupun non personal komunikasi. Yaitu komunikasi yang persuasif, mengajak, mendesak, membujuk, dan meyakinkan para konsumen untuk menggunakan produk yang akan dikelurkan dan ditawarkan oleh perusahaan.

a.       Tujuan Promosi
Mengapa suatu perusahaan perlu melakukan promosi ?
-          Karena ada banyak hal mengenai produk perusahaan yang sebaiknya diketahui oleh pihak luar
-          Perusahaan ingin meningkatkan penjualan
-          Perusahaan ingin agar perusahaan tersebut dikenal sebagai perusahaan yang baik
-          Perusahaan ingin mengetengahkan segi kelebihan perusahaan terhadap saingannya.

b.      Target Promosi
-          Pemakai
-          Si pembawa pengaruh
-          Penyalur
-          Bank
-          Masyarakat
-          Pemerintah.

c.       Cara Promosi
-          Periklanan yang bertujuan untuk memperkuat kedudukan merek dengan menggunakan strategi pesan semisal kelebihan produk, gaya hidup, dan citra perusahaan
-          Personal selling (penjualan pribadi), merupakan komikasi persuasif seseorang secara individual kepada seseorang calon pembeli dengan maksud menimbulkan permintaan
-          Publistas, yaitu sejumlah informasi tentang seseorang, barang/jasa, organisasi/perusahaan yang disebarluaskan kepada masyarakat dengan cara membuat berita yang mempunyai arti lebih dan baik
-          Sales promotion, yaitu berupa sales yang dilakukan dengan peragaan, pertunjukan dan pameran.

D.    Aspek Pasar Dalam Pemasaran           
Aspek pasar dan pemasaran bertujuan untuk menguji serta menilai sejumlah mana pemasaran dari produk yang dihasilkan dapat mendukung pengembangan usaha/proyek yang direncanakan. Faktor utama yang perlu dinilai dalam aspek pasar dan pemasaran, antara lain :
1.      Jumlah permintaan produk di masa lalu dan masa kini serta kecenderungan permintaan di masa yang akan datang
2.      Berdasarkan perkiraan, berapa besar kemungkinan market space atau peluang pasar (market potensial) yang tersedia dimasa yang akan datang
3.      Berapa besar market share yang akan direncanakan berdasarkan pada rencana produksi
4.      Fakto-faktor apa saja uang mungkin mempengaruhi permintaan di masa yang akan datang
5.      Strategi apa saja yang perlu dilakukan dalam meraih market share yang telah direncanakan.

a.       Pengertian Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.[5] Segmentasi pasar dapat membantu manajemen dalam hal menyalurkan uang dan usaha ke pasar potensial yang paling menguntungkan, merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar, menentukan cara-cara promosi yang paling efektif, memilih media advertensi, dan mengatur waktu yang sebaik-baiknya.
Ada dua faktor dalam melakukan evaluasi segmen pasar, yaitu  daya tarik segmen secara keseluruhan dan sumberdaya perusahaan. Setelah evaluasi dilakukan, perusahaan kemudian mengambil keputusan seberapa banyak segmen yang akan dilayani. Pada tahap evaluasi, ada berapa hal tambahan yang dapat dijadikan pertimbangan untuk memilih segmen yaitu pilihan etika atas pasar sasaran, interelasi dan segmen super, rencana serangan segmen per segmen dan kerjasama antar segmen.

b.      Daya Serap Pasar
Merupakan peluang pasar yang dapat dimanfaatkan dalam memasarkan hasil produksi dari usaha yang direncanakan. Pemasaran harus benar-benar dipelajari, diteliti, dan dinilai ten
tang permintaan pasar, selera pasar, selera konsumen, tingkah laku konsumen, kemampuan konsumen, serta siapa yang menjadi konsumen terhadap produk yang dihasilkan, dan berapa besar peluang yang ada, serta besar market share yang direncanakan untuk dapat dimanfaatkan dalam mengisi permintaan pasar.

c.       Kondisi Pasar
Kondisi pasar adalah pasar yang mendasari proses dan kegiatan pemasaran dari kegiatan usaha yang direncanakan, seperti rantai pemasaran, penetapan harga, sistem pembayaran dan biaya, serta program pemasaran.
Kegiatan dalam menentukan harga adalah yang paling penting, karena apabila harga terlalu tinggi, produk tersebut mengalami kesulitan dalam memasuki pasar. Demikian pula sebaliknya, dengan harga terlalu rendah menyebabkan kegiatan kerugian terhadap kegiatan usaha.
Contoh rantai pemasaran ikan segar sebagai pola tata niaga mulai dari produsen sampai pada konsumen akhir.
KUD
Muge
Pedagang biasa
Toke Bangku

 

Konsumen
Pengecer
                 
Nelayan




E.     Peranan Pemasaran Bagi Perusahaan Dan Bentuk-Bentuk Kegiatannya
Produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan harus dipasarkan sampai ke tangan konsumen dengan harga yang dapat memberikan keuntungan dengan tingkat yang dapat menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan.
Kegiatan perusahaan harus bersifat market oriented  yaitu melakukan kegiatan sesuai dengan keinginan pasar, yang menekankan agar sikap perusahaan secara keseluruhan yaitu kegiatan dalam perusahaan menekankan kepada melayani keinginan pasar untuk menjamin agar terus-menerus mencapai keuntungan dalam jangka panjang.
Kegiatan perusahaan meliputi :
-          Kegiatan menentukan produk yang akan diproduksi , produk mana dapat tepat memenuhi apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen
-          Penentuan produk apa yang akan dibuat dan keputusan dalam pengembangan produk, perancangan produk (produk design), dan pengemasan (packing)
-          Penentuan tingkatan harga yang dibebankan kepada konsumen dan kebijakan pembayaran/penagihan, kebijakan pengangkutan dan penggudangan produk, penentuan kapan dan bagaimana produk di advertensikan dan dijual, dan jaminan setelah penjualan, pelayanan, dan kebijakan penjualan lainnya.

F.     Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Perkembangan Dunia Pemasaran Di Indonesia
Perilaku Konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi dalam mengambil keputusan untuk mendapatkan barang atau jasa ekonomi yang selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu.[6] Pada dasarnya, manusia mengalami perubahan, yaitu modernisasi dan globalisasi.
Modernisasi adalah proses perubahan dari cara-cara tradisional ke cara-cara baru yang lebih maju untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Contohnya masyarakat tidak mau lagi menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk memasak, tetapi lebih memilih kompor gas. Sedangkan globalisasi adalah suatu proses masuk ke lingkungan dunia. Contohnya, internet maupun gadget yang semakin canggih.
Masyarakat Indonesia cenderung berpikir pendek dan tidak memiliki rencana. Dengan banyaknya produk baru yang di keluarkan akan semakin banyak pilihan. Masyarakat akan mudah terpengaruh dan selalu berganti produk. Pada kalangan menengah ke atas, gengsi adalah faktor utama. Mereka akan rela mengeluarkan uang sebanyak-banyaknya demi kepuasan dan gaya hidup mereka.


BAB III
PENUTUP

A.    SIMPULAN
Bahwa pemasaran sangat penting dalam membuka usaha, karena tanpa pemasaran produk kita tidak akan laku sebagaimana mestinya. Pemasaran merupakan kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran. Ada tiga faktor penting yang digunakan sebagai dasar dalam konsep pemasaran, yaitu :
-          Orientasi konsumen
-          Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan
-          Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen.
Aspek pasar dan pemasaran bertujuan untuk menguji serta menilai sejumlah mana pemasaran dari produk yang dihasilkan dapat mendukung pengembangan usaha/proyek yang direncanakan.
Kegiatan perusahaan harus bersifat market oriented  yaitu melakukan kegiatan sesuai dengan keinginan pasar, yang menekankan agar sikap perusahaan secara keseluruhan, yaitu kegiatan dalam perusahaan menekankan kepada melayani keinginan pasar untuk menjamin agar terus-menerus mencapai keuntungan dalam jangka panjang.

B.     SARAN
Penulis mengharapkan kritik dan saran, dan sedianya penulis dan pembaca makalah yang telah membaca makalah ini dapat mengerti apa itu pemasaran dan bagaimana melakukan pemasaran dalam memproduksi barang, dan dapat melakukan kegiatan pemasaran dengan baik.

REFERENSI

Ibrahim, H. M. Yakob. 2009. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Rineka Cipta.
Mursid. M. 2010. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Assauri, Sofjan. 2010. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Rajawali Pers. 
Sadono Sukirno. et, all. 2006. Pengantar Bisnis. Jakarta: Kencana.
Rangkuti, Freddy.  2005.  Flexible Marketing. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
New Definition of Marketing, pdf. Frairmarketing.com. Di akses tanggal 21/11/2011.
Lingkungan Pemasaran - Sistim Informasi Pemasaran.html.com. Di akses tanggal       8/12/2011.s
Tujuan Marketing Communication.Traffic news.Html. Di akses tanggal 21/11/2011.



[1] WY. Stanton,  Fundamental of marketing. 1997
[2] Philip Kotler, Pemasaran Internasional.  2003
[3] Boyd, Walker, Larreche. Manajemen Pemasaran. 1998
[4] George E. Belch dan Michael A. Belch, Advertising & Promotion. 2007.
[5] Swasta, 1996
[6] Engel, 1994

Tidak ada komentar:

Posting Komentar