BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pemasaran sebagai kegiatan manusia yang diarahkan
untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran
barang dan jasa. Pada mulanya kebutuhan dasar manusia seperti sandang, pangan
dan papan dapat dipenuhi melalui pertukaran antar manusia. Tetapi kini
kebutuhan dan keinginan manusia sangat besar sehingga tidak mungkin bila
pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan melalui pertukaran.
Oleh karena itu kegiatan pemasaran juga ditujukan
bagi pemuasan kebutuhan manusia. Maka diperlukan manajemen pemasaran, sebagai
proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta
penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan
tujuan-tujuan individu dan organisasi.
B.
Tujuan
Pembuatan Makalah
-
Agar dapat mengetahui pentingnya
pemasaran dari produk yang akan dikembangkan/dihasilkan
-
Menambah pengetahuan bagi kami tentang
pemasaran
-
Sebagai tugas dari bapak Zulfadhli
sebagai dosen mata kuliah Kewirausahaan.
C.
Perumusan
Masalah
1.
Menjelaskan pengertian pemasaran dan
manajemen pemasaran
2.
Mendeskripsikan aspek pasar dalam
pemasaran
3.
Mendeskripsikan peranan pemasaran dalam
perusahaan dan ekonomi.
BAB
II
PEMBAHASAN
MARKETING
(PEMASARAN)
A.
Sejarah
Pemasaran
Sekilas mengenai
sejarah pemasaran. Pada awalnya pemasaran dilakukan dengan cara pertukaran
barang (barter) yang terus berkembang menjadi perekonomian dengan menggunakan
uang sampai dengan pemasaran yang modern. Jika kita bandingkan masyarakat yang
masih sederhana dan yang sudah maju akan tampak bahwa ada perbedaan diantara
keduanya, terutama dalam sifat dan kemajuan perekonomian. Pada masyarakat yang
masih sederhana, orang berusaha memproduksi apa yang menjadi kebutuhannya dan
keluarganya. Belum ada produksi untuk tujuan memuaskan kebutuhan orang lain .
1. Pengertian
Pemasaran
Menurut American
Association, pemasaran diartikan sebagai hasil prestasi kerja kegiatan usaha
yang langsung berkaitan dengan mengalirnya barang atau jasa dari produsen ke
konsumen.
Pemasaran
adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan
untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan
mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual
maupun potensial.[1]
Maka dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya
individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan
menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak
lain.[2]
Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan
dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas
pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran
dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah
nilai keberbagai macam kelompok sosial untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran
sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan
melalui proses pertukaran.
2. Pengertian
Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran adalah proses
perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta
penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan
tujuan-tujuan individu dan organisasi. Manajemen pemasaran adalah proses yang melibatkan
analisa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang mencakup
barang dan jasa, serta gagasan
yang tergantung pada pertukaran dengan tujuan menghasilkan kepuasan
bagi pihak-pihak yang terkait.[3]
Tahap perencanan merupakan tahap yang menentukan terhadap kelangsungan
dan kesuksesan suatu organisasi pemasaran. Proses perencanaan merupakan satu
proses yang selalu memandang ke depan atau kemungkinan ke
masa akan datang termasuk dalam pengembangan
program, kebijakan dan prosedur untuk mencapai tujuan pemasaran.
3. Tujuan
Pemasaran
Yaitu untuk menjual lebih banyak produk/jasa kepada
lebih banyak orang dengan frekuensi yang lebih meningkat sehingga diperoleh
profit yang lebih tinggi, dan keinginan untuk mencapai tiga tahap perubahan
dalam iklan yang ditujukan bagi
konsumen, yaitu sebagai berikut :
1.
Tahap Perubahan Pengetahuan
Konsumen
mengetahui keberadaan sebuah produk, untuk apa produk itu diciptakan, dan
ditujukan pada siapa. Dengan demikian, pesan yang disampaikan menunjukkan
informasi penting dari produk itu.
pesan
komunikasi baik verbal maupun nonverbal diarahkan pada pembombastisan informasi
tentang produk, mulai dari merek, fungsi, kegunaan, kemasan, figur pengguna
produk.
2.
Tahap Perubahan Sikap
Yang
ditentukan oleh tiga unsur oleh Sciffman dan Kanuk disebut sebagai tricomponent
attitude changes yang menunjukkan bahwa tahap perubahan sikap ditentukan oleh
tiga komponen yaitu cognition (pengetahuan), affection (perasaan), dan conation
(perilaku).
Semakin
tinggi kesukaan konsumen terhadap suatu pesan sponsor, semakin besar kemungkinan
konsumen membeli produk itu.
3.
Tahap Perubahan Perilaku
Agar
konsumen tidak beralih pada produk lainnya, dan terbiasa menggunakannya dan
bertujuan untuk menunjukkan alasan mengapa produk ini adalah produk terbaik
jika dibandingkan dengan produk-produk lainnya dan menumbuhkan emosional
terhadap brand.
B.
Konsep
Pemasaran
Konsep pemasaran merupakan orientasi manajemen yang
menekankan bahwa kunci pencapaian tujuan organisasi terdiri dari kemampuan
perusahaan atau organisasi menentukan kebutuhan dan keinginan pasar yang
tertuju (sasaran). Dan kemampuan perusahaan atau organisasi tersebut
memenuhinya kepuasaan secara lebih efektif dari para pesaingnya. Dan pemuasan kebutuhan konsumen merupakan
syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Konsep pemasaran sebagai fungsi
organisasi dan seperangkat proses untuk kreasi, komunikasi dan penyampaian
nilai kepada para pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan yang memberikan
manfaat bagi organisasi dan para pemangku kepentingan yang memiliki hubungan
erat dengan organisasi.[4]
Ada tiga faktor penting yang digunakan sebagai dasar dalam konsep
pemasaran, yaitu sebagai berikut :
1.
Orientasi
konsumen
-
Menentukan
kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi
-
Memilih
kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan.
-
Menentukan
produk dan program pemasarannya
-
Mengadakan
penelitian pada konsumen untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap
serta tingkah laku mereka
-
Menentukan
dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitik
beratkan pada mutu yang tinggi, harga yang
murah atau model yang menarik.
2.
Koordinasi
dan integrasi dalam perusahaan
Yaitu
menghindari adanya pertentangan antara perusahaan
dengan pasar, yang diawasi langsung oleh manajer perusahaan. Dan setiap orang/bagian dalam perusahaan turut serta dalam
suatu upaya untuk memberikan kepuasan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat
tercapai.
3.
Mendapatkan
laba melalui pemuasan konsumen
Setiap
perusahaan bertujuan untuk memperoleh laba. Maka tugas organisasi adalah untuk
meneliti dan memilih pasar yang dituju dan berusaha mengembangkan usaha-usaha
penawaran dan program-program pemasaran sebagai kunci untuk menarik dan
mempertahankan langganan (konsumen), yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi
perusahaan. Maka dapat dilihat bentuk tangga konsep pemasaran :
C.
Perencanaan
Pemasaran
Merupakan kegiatan merumuskan usaha-usaha yang akan dilakukan
dalam bidang pemasaran pada masa yang akan datang, dalam rangka pencapaian
tujuan dan sasaran yang diharapkan dalam bidang pemasaran.
1. Manfaat
Perencanaan Pemasaran
a.
Usaha untuk mendorong cara berfikir jauh
kedepan, apa yang akan dilakukan untuk memajukan perusahaan
b.
Usaha untuk mengkoordinasi kegiatan
pemasaran secara lebih baik
c.
Untuk mengawasi kegiatan pemasaran yang
telah dilakukan, berdasarkan atas standar prestasi kerja yang ditetapkan dalam
rencana
d.
Perumusan tentang tujuan yang ingin
dicapai dan kebijakan operasional yang dapat dilakukan secara lebih mantap
e.
Usaha untuk menggairahkan partisipasi
dan mempertebal rasa tanggung jawab para pelaksana.
2. Macam-Macam
Perencanaan Pemasaran
a.
Perencanaan pasar yang strategis
(strategic market planning)
Yaitu
kearah mana usaha perusahaan akan dikembangkan, maka perusahaan perlu mengkaji
:
-
Langganan yang akan dilayani
-
Pesaing yang harus dihadapi
-
Trend lingkungan yang ada, meliputi :
sosial ekonomi, politik, dan teknologi
-
Bentuk pasar yang ada untuk mengetahui perubahan
yang terdapat dalam pasar dan interaksinya
-
Ciri perusahaan bagi penilaian kemampuan
sumber daya yang ada dalam perusahaan.
b.
Strategi pemasaran barang
Untuk dapat menghadapi persaingan dan terus
beroperasi, perusahaan harus selalu memperhatikan kedudukan barang yang
dipromosikannya. Barang yang ada harus di perbaiki mutunya, dan sifatnya perlu
diubah sesuai dengan perkembangan cita rasa konsumen. Dan yang lebih penting
bagian pemasaran harus memikirkan jenis barang baru yang perlu diciptakan yang
sesuai dengan perkembangan teknologi, perubahan keinginan konsumen, perubahan
kegiatan ekonomi dan peningkatan pendapatan.
c.
Strategi Penentuan Harga
Setelah
barang diwujudkan dan biaya produksi diketahui, tugas dari pemasaran adalah
menentukan harga jual dari barang tersebut. Harga yang tinggi dengan keuntungan
per unit yang tinggi belum tentu mewujudkan keuntungan yang diharapkan.
Sebaliknya harga yang rendah yang diikuti volume penjualan yang tinggi dapat
menghasilkan keuntungan yang besar.
Beberapa cara lain untuk menetapkan
harga, yaitu :
-
Penetapan harga yang kompetitif
-
Menentukan harga terobosan (penetrating
pricing)
-
Menetapkan harga berdasarkan permintaan
-
Kepemimpinan harga (price leadership)
-
Menjual barang berkualitas dengan harga
rendah, dan
-
Kebijakan harga tinggi jangka pendek.
d.
Starategi Pendustrian Barang
Istilah
place dalam konsep marketing mix berarti pendistribusian barang ke berbagai
tempat. Pendistribusian barang perlu dilakukan secara efisien, dalam waktu yang
singkat dan dengan biaya yang relatif murah. Dalam menjalankan kegiatan
distribusi dan pemasaran barang setiap perusahaan perlu menentukan jenis
saluran distribusi yang akan digunakan, yaitu sebagai berikut :
-
Saluran langsung produsen ke konsumen
-
Saluran produsen ke pengecer dan ke konsumen
-
Saluran produsen ke pedagang besar dan
ke pengecer kemudian ke konsumen
-
Saluran produsen ke agen penjualan dan
ke konsumen atau produsen kemudian ke agen penjualan dan pengecer kemudian baru
ke konsumen.
e.
Strategi Mengembangkan Barang
Beberapa penggolongan barang dari sudut pandangan
barang, yaitu :
1. Barang
Konsumsi dan Barang Industri
Barang konsumsi
terdiri dari barang mudah rusak, barang semi tahan lama dan barang tahan lama,
cara memperolehnya mudah dan membuat pengolongan berdasarkan sektor yang
menghasilkannya.
Barang industri
adalah gabungan antara barang modal dengan barang peralihan (setengah jadi), termasuk
peralatan-peralatan (equipment) yaitu barang yang fungsinya seperti barang
modal tetapi lebih murah dan jangka hidupnya lebih pendek dari barang modal,
dan barang-barang yang digunakan untuk melancarkan kegiatan sehari-hari
dikantor dan pabrik.
2.
Barang
Serupa (idential) dan Berbeda Corak (Differentiated)
Yaitu untuk berbagai jenis barang produksi industri pengolahan, walaupun
bendanya dibuat dari bahan serupa, barang yang diciptakan juga dapat dibedakan.
3. Sifat
Dasar Rencana Pemasaran
Terdapat beberapa jenis rencana yang memerlukan
masukan pemasaran, yaitu sebagai berikut :
a.
Rencana perusahaan, yang memberikan
uraian tentang keseluruhan rencana usaha untuk perusahaan yang bersangkutan
b.
Rencana devisi, mengenai pertumbuhan
perusahaan dan dalam menghasilkan laba
c.
Rencana jajaran produksi, yang dibuat
oleh masing-masing jajaran produk tentang tujuan, sasaran strategi dan teknik
yang berkenaan dengan jajaran produk tertentu
d.
Rencana merek, yaitu rencana yang di
buat oleh masing-masing manager tentang tujuan, sasaran strategi, dan teknik
mengenai merek tertentu
e.
Rencana produk, yang dibuat oleh
masing-masing manajer produksi tentang tujuan, sasaran strategi dan teknik
berkenaan dengan suatu atau kelompok produk, dan untuk memasarkan produk khusus
di suatu pasaran industri/ pasaran daerah tertentu
f.
Rencana pemasaran, yaitu untuk membina
dan melayani suatu pasaran tertentu dalam memasarkan barang dan jasa
g.
Rencana fungsional, merupakan suatu
rencana untuk salah satu fungsi utama. Misalnya dalam fungsi pemasaran ;
rencana iklan, rencana promosi penjualan, rencana riset pemasaran, dan
lain-lain.
4. Promosi
Merupakan
kegiatan komunikasi yang meliputi personal maupun non personal komunikasi.
Yaitu komunikasi yang persuasif, mengajak, mendesak, membujuk, dan meyakinkan
para konsumen untuk menggunakan produk yang akan dikelurkan dan ditawarkan oleh
perusahaan.
a.
Tujuan Promosi
Mengapa
suatu perusahaan perlu melakukan promosi ?
-
Karena ada banyak hal mengenai produk
perusahaan yang sebaiknya diketahui oleh pihak luar
-
Perusahaan ingin meningkatkan penjualan
-
Perusahaan ingin agar perusahaan
tersebut dikenal sebagai perusahaan yang baik
-
Perusahaan ingin mengetengahkan segi
kelebihan perusahaan terhadap saingannya.
b.
Target Promosi
-
Pemakai
-
Si pembawa pengaruh
-
Penyalur
-
Bank
-
Masyarakat
-
Pemerintah.
c.
Cara Promosi
-
Periklanan yang bertujuan untuk
memperkuat kedudukan merek dengan menggunakan strategi pesan semisal kelebihan
produk, gaya hidup, dan citra perusahaan
-
Personal selling (penjualan pribadi),
merupakan komikasi persuasif seseorang secara individual kepada seseorang calon
pembeli dengan maksud menimbulkan permintaan
-
Publistas, yaitu sejumlah informasi
tentang seseorang, barang/jasa, organisasi/perusahaan yang disebarluaskan
kepada masyarakat dengan cara membuat berita yang mempunyai arti lebih dan baik
-
Sales promotion, yaitu berupa sales yang
dilakukan dengan peragaan, pertunjukan dan pameran.
D.
Aspek
Pasar Dalam Pemasaran
Aspek pasar dan
pemasaran bertujuan untuk menguji serta menilai sejumlah mana pemasaran dari
produk yang dihasilkan dapat mendukung pengembangan usaha/proyek yang
direncanakan. Faktor utama yang perlu dinilai dalam aspek pasar dan pemasaran,
antara lain :
1.
Jumlah permintaan produk di masa lalu
dan masa kini serta kecenderungan permintaan di masa yang akan datang
2.
Berdasarkan perkiraan, berapa besar
kemungkinan market space atau peluang pasar (market potensial) yang tersedia
dimasa yang akan datang
3.
Berapa besar market share yang akan
direncanakan berdasarkan pada rencana produksi
4.
Fakto-faktor apa saja uang mungkin
mempengaruhi permintaan di masa yang akan datang
5.
Strategi apa saja yang perlu dilakukan
dalam meraih market share yang telah direncanakan.
a. Pengertian
Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat
heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang
bersifat homogen.[5] Segmentasi pasar dapat membantu manajemen
dalam hal menyalurkan uang dan usaha ke pasar potensial yang paling
menguntungkan, merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar,
menentukan cara-cara promosi yang paling efektif, memilih media advertensi, dan
mengatur waktu yang sebaik-baiknya.
Ada dua faktor dalam melakukan evaluasi segmen pasar, yaitu daya tarik
segmen secara keseluruhan dan sumberdaya perusahaan. Setelah evaluasi dilakukan, perusahaan
kemudian mengambil keputusan seberapa banyak segmen yang akan dilayani. Pada
tahap evaluasi, ada berapa hal tambahan yang dapat dijadikan pertimbangan untuk
memilih segmen yaitu pilihan etika atas pasar sasaran, interelasi dan segmen super,
rencana serangan segmen per segmen dan kerjasama antar
segmen.
b. Daya
Serap Pasar
Merupakan peluang pasar yang dapat dimanfaatkan
dalam memasarkan hasil produksi dari usaha yang direncanakan. Pemasaran harus
benar-benar dipelajari, diteliti, dan dinilai ten
tang permintaan pasar, selera pasar, selera
konsumen, tingkah laku konsumen, kemampuan konsumen, serta siapa yang menjadi
konsumen terhadap produk yang dihasilkan, dan berapa besar peluang yang ada,
serta besar market share yang direncanakan untuk dapat dimanfaatkan dalam
mengisi permintaan pasar.
c. Kondisi
Pasar
Kondisi pasar
adalah pasar yang mendasari proses dan kegiatan pemasaran dari kegiatan usaha
yang direncanakan, seperti rantai pemasaran, penetapan harga, sistem pembayaran
dan biaya, serta program pemasaran.
Kegiatan dalam menentukan harga adalah yang paling
penting, karena apabila harga terlalu tinggi, produk tersebut mengalami
kesulitan dalam memasuki pasar. Demikian pula sebaliknya, dengan harga terlalu
rendah menyebabkan kegiatan kerugian terhadap kegiatan usaha.
Contoh rantai pemasaran ikan segar
sebagai pola tata niaga mulai dari produsen sampai pada konsumen akhir.
|
KUD
Muge
Pedagang
biasa
Toke
Bangku
|
|
Konsumen
|
|
Pengecer
|
E.
Peranan
Pemasaran Bagi Perusahaan Dan Bentuk-Bentuk Kegiatannya
Produk yang
dihasilkan oleh suatu perusahaan harus dipasarkan sampai ke tangan konsumen
dengan harga yang dapat memberikan keuntungan dengan tingkat yang dapat
menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan.
Kegiatan perusahaan harus bersifat market
oriented yaitu melakukan kegiatan sesuai
dengan keinginan pasar, yang menekankan agar sikap perusahaan secara
keseluruhan yaitu kegiatan dalam perusahaan menekankan kepada melayani
keinginan pasar untuk menjamin agar terus-menerus mencapai keuntungan dalam
jangka panjang.
Kegiatan perusahaan
meliputi :
-
Kegiatan menentukan produk yang akan
diproduksi , produk mana dapat tepat memenuhi apa yang dibutuhkan dan
diinginkan oleh konsumen
-
Penentuan produk apa yang akan dibuat
dan keputusan dalam pengembangan produk, perancangan produk (produk design),
dan pengemasan (packing)
-
Penentuan tingkatan harga yang
dibebankan kepada konsumen dan kebijakan pembayaran/penagihan, kebijakan
pengangkutan dan penggudangan produk, penentuan kapan dan bagaimana produk di
advertensikan dan dijual, dan jaminan setelah penjualan, pelayanan, dan kebijakan
penjualan lainnya.
F.
Pengaruh
Perilaku Konsumen Terhadap Perkembangan Dunia Pemasaran Di Indonesia
Perilaku Konsumen adalah tindakan-tindakan yang
dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi dalam mengambil keputusan
untuk mendapatkan barang atau jasa ekonomi yang selalu berubah dan bergerak
sepanjang waktu.[6]
Pada dasarnya, manusia mengalami perubahan, yaitu modernisasi dan globalisasi.
Modernisasi adalah proses perubahan dari cara-cara
tradisional ke cara-cara baru yang lebih maju untuk peningkatan kualitas hidup
masyarakat. Contohnya masyarakat tidak mau lagi menggunakan kayu bakar sebagai
bahan bakar untuk memasak, tetapi lebih memilih kompor gas. Sedangkan
globalisasi adalah suatu proses masuk ke lingkungan dunia. Contohnya, internet
maupun gadget yang semakin canggih.
Masyarakat Indonesia cenderung berpikir pendek dan
tidak memiliki rencana. Dengan banyaknya produk baru yang di keluarkan akan
semakin banyak pilihan. Masyarakat akan mudah terpengaruh dan selalu berganti
produk. Pada kalangan menengah ke atas, gengsi adalah faktor utama. Mereka akan
rela mengeluarkan uang sebanyak-banyaknya demi kepuasan dan gaya hidup mereka.
BAB
III
PENUTUP
A.
SIMPULAN
Bahwa pemasaran
sangat penting dalam membuka usaha, karena tanpa pemasaran produk kita tidak
akan laku sebagaimana mestinya. Pemasaran merupakan kegiatan
manusia yang diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses
pertukaran. Ada tiga faktor
penting yang digunakan sebagai dasar dalam konsep pemasaran,
yaitu :
-
Orientasi
konsumen
-
Koordinasi
dan integrasi dalam perusahaan
-
Mendapatkan
laba melalui pemuasan konsumen.
Aspek pasar dan pemasaran bertujuan untuk menguji
serta menilai sejumlah mana pemasaran dari produk yang dihasilkan dapat mendukung
pengembangan usaha/proyek yang direncanakan.
Kegiatan perusahaan harus bersifat market
oriented yaitu melakukan kegiatan sesuai
dengan keinginan pasar, yang menekankan agar sikap perusahaan secara
keseluruhan, yaitu kegiatan dalam perusahaan menekankan kepada melayani keinginan
pasar untuk menjamin agar terus-menerus mencapai keuntungan dalam jangka
panjang.
B.
SARAN
Penulis mengharapkan kritik
dan saran, dan sedianya penulis dan pembaca makalah yang telah membaca makalah
ini dapat mengerti apa itu pemasaran dan bagaimana melakukan pemasaran dalam memproduksi
barang, dan dapat melakukan kegiatan pemasaran dengan baik.
REFERENSI
Ibrahim, H. M. Yakob. 2009. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Rineka Cipta.
Mursid. M. 2010. Manajemen
Pemasaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Assauri, Sofjan. 2010. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Sadono Sukirno. et, all. 2006. Pengantar Bisnis. Jakarta: Kencana.
Rangkuti, Freddy. 2005. Flexible Marketing. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
New
Definition of Marketing, pdf. Frairmarketing.com.
Di akses tanggal 21/11/2011.
Lingkungan
Pemasaran - Sistim Informasi Pemasaran.html.com.
Di akses tanggal 8/12/2011.s
Tujuan
Marketing Communication.Traffic news.Html. Di akses
tanggal 21/11/2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar