Selasa, 25 September 2012

arti ayah di kehidupan kita

Arti Ayah di Kehidupan Kita Bagi kita yang sedang jauh dari orangtua karena sedang menuntut ilmu, akan sering merasa kangen dengan ibu dan pastinya keadaan ibu lah yang pertama kita tanyakan Bagaimana dengan ayah? Mungkin karena ibu juga perempuan sehingga kita merasa lebih dekat dengannya, dan memang keadaan ayah jarang kita tanyakan. Tapi tahukah kita, jika ternyata ayahlah yang sering menanyakan kabar kita. Saat kecil, mamalah yang lebih sering mendongeng. Saat kita sakit batuk/pilek, ayah kadang membentak “sudah dibilang! jangan minum es!” Tapi tahukah kamu bahwa ayah khawatir? Bagi ayah, kita adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat kita bisa lebih dipercaya, kita akan malah selalu melanggar peraturannya. Kita tidak tau seberapa khawatirnya ayah terhadap kita. Ketika kita dewasa dan harus kuliah di kota lain, ayah harus melepas kita. Tahukah kita bahwa badan ayah terasa kaku untuk memeluk kita ? Dan ayah sangat ingin menangis, tetapi ia mencoba untuk tegar dihadapan kita. Di saat kita memerlukan ini-itu untuk keperluan kuliah, ayah hanya mengernyitkan dahi seolah olah ia cuek dan tidak peduli sama sekali. Tapi pada kenyataannya ia lah yang berusaha susah payah untuk mendapatkan apa yang kita ingikan. Saat kita diwisuda nanti, ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untuk kita. Ayah akan tersenyum dan bangga, dan mengatakan kepada semua orang bahwa anakku telah sukses meraih gelar sarjananya, ia akan sangat bangga terhadap kita karena pengorbanan yang ia lakukan telah membuahkan hasil yang baik. Sampai ketika teman pasangan kita datang untuk meminta izin mengambil kita dari ayah. Ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin. Dan akhirnya… Saat ayah melihat kita duduk di pelaminan bersama seorang yang dianggapnya pantas, ayahpun tersenyum bahagia, kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata kata. Hanya senyuman kebahagiaan yang selalu menghiasi wajahnya. Apa kita tahu, ternyata dalam hatinya ia menangis terharu karena ayah sangat bahagia, dan ia pun takut kehilangan kita. Tetapi doa yang ia panjatkan selalu hanyalah untuk kebahagiaan putra putrinya. Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatangan kita bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjaga kita, ia pun tersenyum akhirnya kita mendapatkan kebahagiaan kita sendiri, tetapi ia pun merasa sedih siapa yang akan menjaganya dihari tua kelak, hanya kita yang tau. Apakah kita tega melihatnya tertatih tatih dihari tua tanpa anak yang mendampinginya ? Love ayah, I really love you ayah Ayahku tercinta, kebahagiaanku akan kubagi bersamamu. Akan kubalas pengorbananmu dengan membahagiakanmu selamanya. My father..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar