Selasa, 25 September 2012
Psikologi Pendidikan
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hasil pertumbuhan antara lain bertambahnya ukuran kuantitatif badan anak, seperti berat, panjang, dan kekuatannya. Begitu pula pertumbuhan akan mencakup perubahan yang semakin sempurna pada sistem jaringan saraf dan perubahan-perubahan struktur jasmani lainnya. Dengan demikian, pertumbuhan dapat diartikan sebagai proses perubahan dan pematangan fisik.
Menurut Werner (1957) perkembangan sesuai dengan prinsip orthogenetis, yaitu perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai pada keadaan diferensiasi, arikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi itu bersifat totalitas pada diri anak. Bahwa bagian-bagian penghayatan totalitas itu lambat laun semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.
Merupakan suatu deretan perubahan-perubahan yang tersusun dan berarti, yg berlangsung pada individu dalam jangka waktu tertentu. Lebih menujuk pada kemajuan mental/perkembangan rohani yg melaju terus sampai akhir hayat. Merupakan proses yang sifatnya menyeluruh/holistic mencakup proses biologis, kognitif, dan psikososial.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak/Remaja
a. Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah ) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.
Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan fisik secara kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil proses pematangan fungsi dalam perjalanan waktu tertentu. Pertumbuhan dapat pula diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah) yang herediter dalam bentuk proses aktif berkesinambungan.
b. Pengertian Perkembangan
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner(1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai ke keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya akan menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.
B. Hakekat Pertumbuhan Dan Perkembangan
Pendapat para ahli biologi tentang arti pertumbuhan dan perkembangan pernah dirangkumkan oleh Drs. H. M. Arifin, M. Ed. bahwa pertumbuhan diartikan sebagai suatu penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensif tubuh serta bagian-bagiannya. Sedangkan perkembangan menunjuk pada perubahan-perubahan dalam bentuk bagian tubuh dan integrasi perbagai bagiannya ke dalam satu kesatuan fungsional bila pertumbuhan itu berlangsung. Intinya bahwa pertumbuhan dapat diukur sedangkan perkembangan hanya dapat dilihat gejala-gejalanya. Perkembangan dipersyarati adanya pertumbuhan.
a. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Anak
1. Kecerdasan
Arthur Jensen (1969) mengemukakan pendapatnya bahwal kecerdasan itu diwariskan (diturunkan). Ia juga mengemukakan bahwa lingkungan dan budaya hanya mempunyai peranan minimal dalam kecerdasan.
2. Temperamen
Temperamen adalah gaya-perilaku karakteristik individu dalam merespons. Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai temperamen bayi. Sebagian bayi sangat aktif menggerak-gerakkan tangan, kaki dan mulutnya dengan keras, sebagian lagi lebih tenang, sebagian anak menjelajahi lingkungannya dengan giat pada waktu yang lama dan sebagian lagi tidak demikian.
3. Interaksi keturunan dan lingkungan dalam perkembangan
Keturunan dnn lingkungan berjalan bersama atau bekerja sama dan menghasilkan individu dengan kecerdasan, temperamen tinggi dan berat badan, minat yang khas.
b. Fase-Fase Perkembangan
Perkembangan individu menurut Santrok dan Yussen (1992) perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai pada saat terjadi pembuahan dan berlangsung terus selama siklus kehidupan. Dalam perkembangan terdapat pertumbuhan. Pola gerakan itu kompleks karena merupakan hasil (produk) dari beberapa proses, yaitu proses biologis, proses kognitif dan proses sosial.
1. Fase pra natal (saat dalam kandungan)
Adalah waktu yang terletak antara masa pembuahan dan masa kelahiran. Pada saat ini terjadi pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel menjadi satu organisme yang lengkap dengan otak dan kemampuan berperilaku, dihasilkan dalam waktu Iebih kurang sembilan bulan.
2. Fase bayi adalah saat perkembangan
Berlangsung sejak lahir sampai 18 atau 24 bulan. Masa ini adalah masa yang sangat bergantung kepada orang tua. Banyak kegiatan-kegiatan psikologis yang baru dimulai misalnya; bahasa, koordinasi sensori motor dan sosialisasi.
3. Fase kanak-kanak awal
Adalah fase perkembangan yang berlangsung sejak akhir masa bayi sampai 5 atau 6 tahun, kadang-kadang disebut masa pra sekolah. Selama fase ini mereka belajar melakukan sendiri banyak hal dan berkembang keterampilan-keterampilan yang berkaitan dengan kesiapan untuk bersekolah dan memanfaatkan waktu selama beberapa jam untuk bermain sendiri ataupun dengan temannya. Memasuki kelas satu SD menandai berakhirnya fase ini.
4. Fase kanak-kanak tengah dan akhir
Adalah fase perkembangan yang berlangsung sejak kira-kira umur 6 sampai 11 tahun, sama dengan masa usia sekolah dasar. Anak-anak menguasai keterampilan-keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung. Secara formal mereka mulai memasuki dunia yang lebih luas dengan budayanya. Pencapaian prestasi menjadi arah perhatian pada dunia anak, dan pengendalian diri sendiri bertambah pula.
5. Fase remaja
Adalah masa perkembangan yang merupakan transisi dari masa anak-kanak ke masa dewasa awal, yang dimulai kira-kira umur 10 sampai 12 tahun dan berakhir kira-kira umur 18 sampai 22 tahun. Remaja mengalami perubahan-penibahan fisik yang sangat cepat. Fase ini dilakukan upaya-upaya untuk mandiri dan pencarian identifas diri, pemikirannya lebih logis, abstrak dan idealis.
C. Hukum-Hukum Perkembangan
1. Hukum konvergensi
Louis William stren mengemukakan perkembangan manusia pada dasarnya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pembawaan sejak lahir, tetapi juga oleh lingkungan termasuk juga pendidikan serta pengalaman. Faktor pembawaan tidak berarti apa-apa tanpa factor pengalaman, sebaliknya faktor pengalaman tanpa faktor pembawaan tidak akan mampu mengembangkan manusia yang sesuai dengan harapan.
2. Hukum perkembangan dan pengembangan diri
Manusia berkembang karena adanya insting atau naluri pembawaan sejak lahir yang menuntunya untuk bertahan dan mengembangkan diri di muka bumi dari hal-hal yang negatif.
3. Hukum masa peka
Masa peka adalah suatu masa ketika fungsi-funsi jiwa mudah sekali dipengaruhi dan dikembangkan, dimana suatu fungsi perkembangannya harus dilayani dan diberi kesempatan sebaik-baiknya.
Contohnya : masa peka untuk berjalan pada anak yaitu pada tahun ke 2, masa peka untuk menggambar pada tahun ke 5, dan masa peka untuk perkembangan logis pada tahun ke 12.
4. Hukum rekapitulasi
Hukum rekapitulasi adalah perkembangan psikis anak, yaitu seluruh perkembangan umat manusia terulang dalam wkatu beberapa tahun saja secara singkat dalam perkembangan anak.
5. Hukum bertahan dan mengembangkan diri
Dalam perkembangan jasmani dan rohani terlihat hasrat dasar untuk mengembangkan pembawaan. Untuk anak-anak dorongan untuk mengembangkan diri berbentuk hasrat mengenal lingkungan, usaha belajar berjalan, kegiatan bermain, dan sebagainya. Di kalangan remaja timbul rasa persaingan dan perasaan belum puas terhadap apa yang telah tercapai, hal ini dianggap dorongan untuk mengembangkan diri.
6. Hukum irama perkembangan
Perkembangan berlangsung sesuai dengan iramanya, hokum irama berlaku untuk perkembangan setiap orang. Baik perkembangn jasmani maupun perkembangan rohani, tidak selalu dialami perlahan-lahan dengan urutan-urutan yang teratur, melainkan dengan gelombang besar yang silih berganti. Tempo irama perkembangan menekankan bahwa masing-masing individu memiliki irama sendiri dalam perkembangannya, ada yang cepat dan ada yang lambat.
D. Tahap-Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan, Implementasinya Dalam Belajar
Anak didik, sebagai individu dengan kaitannya dalam pembelajaran merupakan suatu pribadi yang berbeda satu sama lain. Pribadi yang berbeda itu lahir dari kebiasaan belajar yang berbeda. Kebiasaan yang diberikan kepada anak akan membentuk kepribadiannya sejak dini. Untuk membentuk kepribadian, yang pertama ialah membuat ia merasa diterima semua orang sehingga iapun mampu menerima dirinya sendiri.
Dalam perkembangannya, ada tiga domain aspek perkembangan yaitu aspek biologis, kognitif, dan psikososial. Aspek biologis merupakan aspek perkembangan yang berhubungan dengan fisik siswa, aspek kognitif berkaitan dengan proses dan cara berpikir siswa, dan aspek psikososial melibatkan perubahan-perubahan dalam aspek perasaan, emosi, dan kepribadian individu serta cara yang bersangkutan berhubungan dengan orang lain.
Ada 4 tipe cara pengkondisian dalam kegiatan belajar :
1. Habituasi, yaitu bentuk belajar sederhana yang melibatkan tingkah laku responden dan terjadi ketika respon refleks menghilang karena diperolehnya stimulus yang samasecara berulang. Seperti : jika kita bertepuk tangan di dekat bayi maka dia akan memperlihatkan respon kekagetannya/keterkejutannya dengan membalikkan seluruh badannya/menoleh. Apabila bertepuk tangan diulang-ulang dengan frekuensi yang relatif sama (sekitar 15 detik) sekali maka respons kekagetannya akan menghilang
2. Respondent conditioning (classical) merupakan salah satu bentuk belajar yang netral, melibatkan refleks dimana stimulus memperoleh kekuatan untuk mendapatkan respon reflektif
3. Operant conditioning, bentuk belajar dimana tingkah laku operan berubah karena dipengaruhi oleh dampak tingkah laku tersebut. Dampak yang membuat suatu respons terjadi kembali disebut “reinforcer” seperti : (a) seorang anak meminjamkan boneka kepada temannya, karena dengan melakukan perbuatan tersebut ‘anakitu sering mendapatkan pinjaman serupa dari temannya dan (b) anak menangis di toko swalayan karena kebiasaan menangisnya itu menyebabkan ibunya membelikan boneka/permen.
4. Discriminating learning tipe belajar yang sangat erat dengan ‘operant conditioning’ kadang-kadang tingkah laku yang sama dari anak yang sama menghasilkan dampak yang berbeda, bergantung pada keadaan, seperti : kegiatan agresif (menyerang) mungkin akan mendapat pujian pada saat bermain sepak bola tetapi akan mendapat hukuman apabila dilakukan diruang kelas.
BAB III
SIMPULAN
Hereditas/ keturunan merupakan aspek individu yang bersifat bawaan dan memiliki potensi untuk berkembang seberapa jauh perkembangan individu itu terjadi dan bagaimana kualitas perkembangannya, bergantung pada kualitas hereditas dan lingkungan yang mempengaruhinya. Lingkungan adalah faktor penting disamping hereditas yang menentukan perkembangan individu. Lingkungan meliputi fisik, psikis, sosial dan religius.
Problema anak lahir dari ketidakpahaman kita sebagai orang tua. Maka pemanfaatan temuan-temuan psikolog perkembangan tentang proses perubahan setiap aspek perkembangan :
1. Penyusunan kurikulum
2. Penetapan dan penyusunan sekuensi materi pelajaran
3. Penerapan pendekatan/ metode pembelajaran
4. Penggunaan alat peraga
5. Penyusunan evaluasi hasil belajar
6. Penyelenggaraan program bimbingan dan konseling
REFERENSI
Pondokibu.Com /249/ Pertumbuhan-Dan-Perkembangan-Anak-Kelompok-Umur-3-4-Tahun/. Diakses 29 Mei 2012.
Lieamhar.Blogspot.Com/2011/05/Boost-Your-Brain-Power-Part-2.Html. Diakses 29 Mei 2012.
Massofa.Wordpress.Com /2008/04/25/ Hakikat-Pertumbuhan-Dan-Perkembangan-Peserta-Didik-Bag-2/. Diakses 29 Mei 2012.
Rezimmuzakki.Blogspot.Com /2011/04/ Hakikat-Pertumbuhan-Dan-Perkembangan. Diakses 29 Mei 2012.
arti ayah di kehidupan kita
Arti Ayah di Kehidupan Kita
Bagi kita yang sedang jauh dari orangtua karena sedang menuntut ilmu, akan sering merasa kangen dengan ibu dan pastinya keadaan ibu lah yang pertama kita tanyakan
Bagaimana dengan ayah?
Mungkin karena ibu juga perempuan sehingga kita merasa lebih dekat dengannya, dan memang keadaan ayah jarang kita tanyakan. Tapi tahukah kita, jika ternyata ayahlah yang sering menanyakan kabar kita.
Saat kecil, mamalah yang lebih sering mendongeng.
Saat kita sakit batuk/pilek, ayah kadang membentak “sudah dibilang! jangan minum es!”
Tapi tahukah kamu bahwa ayah khawatir?
Bagi ayah, kita adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat kita bisa lebih dipercaya, kita akan malah selalu melanggar peraturannya. Kita tidak tau seberapa khawatirnya ayah terhadap kita. Ketika kita dewasa dan harus kuliah di kota lain, ayah harus melepas kita. Tahukah kita bahwa badan ayah terasa kaku untuk memeluk kita ?
Dan ayah sangat ingin menangis, tetapi ia mencoba untuk tegar dihadapan kita. Di saat kita memerlukan ini-itu untuk keperluan kuliah, ayah hanya mengernyitkan dahi seolah olah ia cuek dan tidak peduli sama sekali. Tapi pada kenyataannya ia lah yang berusaha susah payah untuk mendapatkan apa yang kita ingikan.
Saat kita diwisuda nanti, ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untuk kita. Ayah akan tersenyum dan bangga, dan mengatakan kepada semua orang bahwa anakku telah sukses meraih gelar sarjananya, ia akan sangat bangga terhadap kita karena pengorbanan yang ia lakukan telah membuahkan hasil yang baik.
Sampai ketika teman pasangan kita datang untuk meminta izin mengambil kita dari ayah.
Ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin.
Dan akhirnya…
Saat ayah melihat kita duduk di pelaminan bersama seorang yang dianggapnya pantas, ayahpun tersenyum bahagia, kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata kata. Hanya senyuman kebahagiaan yang selalu menghiasi wajahnya.
Apa kita tahu, ternyata dalam hatinya ia menangis terharu karena ayah sangat bahagia, dan ia pun takut kehilangan kita. Tetapi doa yang ia panjatkan selalu hanyalah untuk kebahagiaan putra putrinya.
Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatangan kita bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk.
Dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjaga kita, ia pun tersenyum akhirnya kita mendapatkan kebahagiaan kita sendiri, tetapi ia pun merasa sedih siapa yang akan menjaganya dihari tua kelak, hanya kita yang tau. Apakah kita tega melihatnya tertatih tatih dihari tua tanpa anak yang mendampinginya ?
Love ayah, I really love you ayah
Ayahku tercinta, kebahagiaanku akan kubagi bersamamu. Akan kubalas pengorbananmu dengan membahagiakanmu selamanya.
My father..
Langganan:
Komentar (Atom)